Suara Edukasi – Pada tahun 2017, ujian tingkat akhir di SMP dan SMA/SMK ada dua jenis ujian, Ujian Sekolah (US) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Namun di tahun 2018, hanya ada USBN; yang akan mengujikan semua mata pelajaran. Sebanyak 25 persen soal dalam USBN dibuat oleh Pusat sebagai soal jangkar (anchor), sedangkan 75 persen soal dibuat oleh guru yang dikonsolidasikan di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

USBN 2018 jenjang SMP dan SMA/SMK juga akan menerapkan jenis soal esai. Jumlah butir soal esai sebesar 10 persen dari total butir soal. Dengan begitu, guru-guru yang tergabung dalam MGMP harus membuat soal berbentuk pilihan ganda dan esai dengan mengacu pada kisi-kisi yang sudah ditetapkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Menurut Kepala BSNP Bambang Suryadi, dalam jumpa pers tentang USBN 2018 di Kantor Kemendikbud, Rabu (10/1/2018), posisi USBN menjadi strategis, terutama sejak ujian nasional (UN) tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa. USBN menjadi suatu kegiatan penilaian yang dilakukan oleh satuan pendidikan.

(Audio Kepala BSNP Bambang Suryadi)

Terkait soal USBN yang berupa esai, Bambang mengatakan, BSNP dan Balitbang Kemendikbud akan membuat panduan bagi guru dalam mengoreksi jawaban esai.

(aar/aa)