Pembukaan Kompetisi Sejarah Nasional 2019

//Pembukaan Kompetisi Sejarah Nasional 2019

Pembukaan Kompetisi Sejarah Nasional 2019

Suara Edukasi – Sejarah sebagai memori kolektif masa lalu berperan sangat penting dalam terbentuknya kehidupan berbangsa dan bernegara. Setidaknya ada 3 fungsi yakni pengingat, pengikat dan penyemangat mengapa orang harus memahami sejarah. Dari kisah sejarah, kita dapat mengambilnya sebagai inspirasi. Meneladani nilai-nilai dari kisah kepahlawanan maupun cerita-cerita sejarah inspiratif. Semua itu dalam rangka menciptakan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Dengan mempelajari sejarah, masyarakat tidak akan mudah terjebak pada opini. Karena terbiasa berfikir kritis, analitis, dan rasional serta didukung oleh fakta. Hal ini tentu membuat generasi kita menjadi melek sejarah. Dalam hal ini, melek sejarah merupakan kecakapan dalam memahami sejarah untuk memperkuat karakter bangsa.

Pada kesempatan ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan bekerjasama dengan Universitas Indonesia menggelar Kompetisi Sejarah Nasional di Universitas Indonesia pada tanggal 2 hingga 6 September 2019. Kompetisi Sejarah Nasional adalah kompetisi yang mempertandingkan wawasan, gagasan dan kreatifitas siswa-siswi SMA/SMK/MA sederajat dalam bidang kesejarahan untuk memperkuat karakter bangsa. Direktur Sejarah, Triana Wulandari turut memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi Kompetisi Sejarah Nasional 2019. Dengan mengambil tema Anak Muda Melek Sejarah, Triana Wulandari membahas lebih dalam tentang melek sejarah dan GEMES yakni Gerakan Melek Sejarah.

(Audio: Direktur Sejarah, Triana Wulandari)

Rangkaian Kegiatan Kompetisi Sejarah Nasional antara lain Lomba Debat Sejarah, Lomba Tutur Sejarah, Lomba Komik Sejarah, Lomba Poster Sejarah serta Lomba Video Blog atau Vlog Sejarah. Kegiatan ini diselenggarakan dalam upaya menguatkan kesadaran sejarah pada generasi muda dengan menghadirkan pembelajaran sejarah yang kreatif dan kompetitif. Kegiatan ini dihadiri oleh 350 peserta yang terdiri dari 288 peserta siswa SMA/SMK/MA sederajat, 32 tim pendamping seluruh Indonesia, 11 tim dari Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) serta 20 tim dari Jabodetabek. Adanya Kompetisi Sejarah Nasional ini diharapkan dapat memberikan dampak yang luas kepada generasi muda agar lebih Melek Sejarah dan berkarakter, dapat melatih daya berfikir kritis, analitis dan rasional siswa serta menyajikan alternative pembelajaran sejarah yang lebih menarik lagi.

(ic/aa)

By |2019-09-03T11:49:19+00:00September 3rd, 2019|Berita, Info Edukasi|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment