Suara Edukasi – Mudik asyik baca buku merupakan kegiatan kali pertama atas kerjasama  Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, dengan Ikatan Penerbit Indonesia dan Perpustakaan Nasional. Untuk sementara ini, kegiatan mudik asyik baca buku berlangsung di lima titik yakni di 2 stasiun kereta, Stasiun Gambir dan Stasiun Senen, serta di 3 terminal yakni Terminal Pulo Gebang, Kampung Rambutan dan Kalideres. Dadang Sunendar selaku Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan mengatakan, dilakukannya di lima titik ini terutama di stasiun gambir, karena di tempat inilah yang menjadi pusat titik keberangkatan masyarakat yang ingin mudik. Menurutnya di setiap lima titik ini telah disediakan kurang lebih 1000 buku untuk dibagikan kepada pemudik secara gratis. Namun yang berbeda ialah, para pemudik yang mendapatkan buku, setelah dibaca diperjalanan kemudian harus meninggalkan buku tersebut di kampung halamannya. Agar dapat dibaca dan bermanfaat bagi masyarakat di kampung tersebut. Adanya kegiatan ini, Dadang Sunendar berharap dapat berkorelasi dengan gerakan literasi dan pegiat literasi lainnya.

(Audio Dadang Sunendar, Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan)

Sebanyak kurang lebih 1000 buku ini merupakan hasil dari para donator dan distribusi dari Ikatan Penerbit Indonesia dengan Perpustakaan Nasional. Selaku Ketua Ikatan Penerbit Indonesia, Rosidayati Rozalina menanggapi kegiatan yang baru kali pertama dilakukan ini. Menurutnya kegiatan ini dilakukan dalam rangka hari buku sedunia, menyukseskan gerakan literasi dan mewujudkan amanat undang-undang sistem perbukuan yakni, murah, mutu dan merata.

(Audio Rosidayati Rozalina, Ketua Ikatan Penerbit Indonesia)

Rosidayati Rozalina mengaku, dengan waktu persiapan yang singkat, kegiatan ini dapat menarik perhatian pemudik terutama yang berada di Stasiun Gambir. Dalam waktu hitungan menit, buku-buku yang disedikan sudah habis dan ditambah lagi menjadi 1500 buku dari Perpustakaan Nasional. Rosidayati Rozalina berharap, adanya kegiatan ini semakin banyak pegiat buku atau literasi yang dapat terlibat sehingga kegiatan mudik asyik baca buku ini dapat terus dilakukan setiap tahun di berbagai wilayah.

(ic/aa)