Seminar dan Lokakarya Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik

//Seminar dan Lokakarya Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik

Seminar dan Lokakarya Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik

Suara Edukasi – Kesepakatan atas Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan telah di deklarasikan melalui Sumpah Pemuda 1928. Hal itu dilaksanakan untuk mewujudkan kesatuan Indonesia. Secara khusus, penggunaan Bahasa Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomer 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Untuk itu, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan melalui Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra mengambil langkah strategis untuk melakukan pencanangan, pengawasan, pembinaan dan pemertahanan dalam pengutamaan bahasa Negara diruang publik dengan menggelar Seminar dan Lokakarya Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik di TMII, Selasa dan Rabu 6-7 Agustus 2019. Semiloka ini mengambil fokus pada aspek “Perkuat Pengawasan” dengan mengupas lima topik pembahasan yang disampaikan oleh Mendikbud Muhadjir Effendy, 3 pembicara utama, 10 pembahas dan 30 pemakalah. Dalam kesempatan ini, Mendikbud Muhadjir Effendy memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi Semiloka Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik. Mendikbud juga memberikan penghargaan Tokoh Penggagas Bahasa Persatuan Indonesia kepada Alm. M. Tabrani yang diwakilkan oleh putrinya Dr. Amie Tabrani.

(Audio: Mendikbud, Muhadjir Effendy)

Untuk tujuan penguatan Pengutamaan Bahasa Indonesia , Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan menetapkan kawasan percontohan praktik baik pengutamaan bahasa Negara diruang publik. Taman Mini Indonesia Indah atau TMII merupakan representasi Indonesia sekaligus destinasi wisata yang telah ditetapkan sebagai kawasan percontohan melalui 3 tahap, yakni pencanangan pada tahun 2018-2020, perluasan 2020-2025 dan pemertahanan 2025-2030. Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Dadang Sunendar menyatakan bahwa tantangan pengutamaan Bahasa Indonesia semakin hari tidak semakin mudah, salah satunya pada tulisan-tulisan atau spanduk yang ada di sekitar jalan.

(Audio: Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Dadang Sunendar)

Selain itu, Dadang Sunendar juga memberikan Penghargaan Wajah Bahasa Sekolah Tingkat DKI Jakarta kepada 3 sekolah terbaik, yakni SMPN 38 Jakarta, SMPN 263 Jakarta dan SMPN 90 Jakarta. DKI Jakarta menjadi salah satu provinsi yang sedang berupaya menjaga komitmen mengutamakan penggunaan Bahasa Negara diruang publik. Diharapkan dengan terwujudnya praktik baik ini dapat memberikan semangat bagi setiap satuan lembaga pendidikan, pemerintahan dan lembaga berbadan hukum untuk dapat tertib dalam berbahasa khususnya di ruang publik. Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah dan Kuasai Bahasa Asing.

(ic/aa)

By |2019-08-07T21:45:08+00:00August 7th, 2019|Berita, Info Edukasi|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment