Pembukaan Leksikografi 2019 “Leksikografi dan Literasi”

//Pembukaan Leksikografi 2019 “Leksikografi dan Literasi”

Pembukaan Leksikografi 2019 “Leksikografi dan Literasi”

Suara Edukasi – Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Seminar Leksikografi Indonesia (SLI) 2019 di Hotel The Sultan, Jakarta pada tanggal 11 hingga 13 September 2019. Seminar ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2016. Tahun ini Seminar Leksikografi Indonesia 2019 mengusung tema “Leksikografi dan Literasi” dengan menghadirkan pembicara kunci seperti Mendikbud Muhadjir Effendy, Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Dadang Sunendar, Pejabat dilingkungan Badan Bahasa dan perbukuan serta seorang Pekamus. Seminar ini juga mendatangkan pemakalah panel yang akan memaparkan 13 makalah terpilih. Para pemakalah membawakan salah satu dari empat subtema yakni, kamus dan pengembangan literasi, leksikografi berbasis teknologi, leksikografi dan literasi budaya serta leksikografi dalam pendidikan.

Pada kesempatan ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh peserta SLI 2019. Mendikbud juga menyampaikan arahan dan sambutan sekaligus membuka secara resmi Seminar Leksikografi Indonesia (SLI) 2019. Dalam arahannya, Mendikbud menyampaikan tantangan yang harus dihadapi oleh masyarakat khususnya dalam hal Leksikografi. Pergeseran dari media cetak hingga ke elektronik merupakan tantangan baru yang harus di perhatikan dan dijalankan dengan matang.

(Audio: Mendikbud, Muhadjir Effendy)

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Dadang Sunendar juga memberikan laporan dan arahan kepada seluruh peserta SLI 2019.

(Audio: Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Dadang Sunendar)

Seminar Leksikografi Indonesia (SLI) 2019 diikuti oleh ratusan peserta dengan berbagai latar  belakang profesi berbeda yakni, dosen, mahasiswa, guru, penerjemah, penulis, jurnalis, dan pegiat bahasa yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia diantaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat serta Maluku. Dengan adanya kegiatan SLI 2019 diharapkan mampu mewadahi cita-cita besar Indonesia dalam menyambut revolusi industri 4.0, mendorong, memotivasi, dan secara aktif menciptakan sebuah ekosistem perkamusan yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan literasi di Indonesia.

(ic/aa)

By |2019-09-17T08:22:39+00:00September 17th, 2019|Berita, Info Edukasi|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment